Breaking News

TUGU BATAS DESA

Banjaran, 01-11-2017

Pembangunan Tugu Batas Desa Banjaran – Desa Salem kini sudah selesai dikerjakan dengan memakan waktu kurang lebih 15 hari. Tugu Batas tersebut lokasinya berada di bahu Jalan Raya Salem – Majenang yang terkenal dengan nama AHEK.

Asal muasal kata AHEK itu sendiri berasal dari kata SAHENG (Mendidih). Konon menurut cerita dari orang terdahulu, di bawah Tugu Batas tersebut ada sebuah LEUWI (Kedung) yaitu LEUWI SAHENG yang lokasinya tepat berada di aliran sungai CIGUNUNG (Air Gunung).

LEUWI SAHENG dulunya terkenal angker dan pada waktu tertetu, LEUWI tersebut sering terdengar SAHENG seperti air yang mendidih. Pada malam harinya, di jalan itu sering terlihat mahluk astral yang menyebrang jalan menyerupai KERUD HIDEUNG (Macan Kumbang), terkadang juga sering nampak sosok Kakek – kakek berpakaian serba hitam memakai tongkat dan kopiah yang sudah lesuh.

Seiring dengan berjalannya waktu, penampakan itu sudah tidak ada ceritanya lagi, hal ini mungkin dipengaruhi beberapa faktor diantaranya :

  1. Berpindahnya aliran Sungai Cigunung di lokasi itu mengakibatkan LEWI SAHENG beralih fungsi menjadi pesawahan;
  2. Setelah masuknya jaringan listrik PLN, lokasi yang tadinya gelap kini sudah terang, sehingga orang-orang sudah berani melewati tempat itu sendirian;
  3. Lokasi yang dulu hanya terdapat kebun, kini sudah terlihat bangunan-bangunan seperti rumah-rumah warga dan tempat usaha, sehingga tempat yang dulunya sepi kini sudah ramai dengan orang berhalu-lalang.

Itulah sekelumit asal muasal AHEK dengan beragam ceritanya. Kini, dengan adanya Tugu Batas semoga bersamanya akan ada cerita baru yang lebih indah di kemudian hari….

 

Kami mengharapkan kritik dan saran demi menyempurnakan tulisan ini. Terimakasih

2 thoughts on “TUGU BATAS DESA

  1. Tulisan yang bagus, memberikan informasi tentang asal-usul suatu tempat di Desa Banjaran. Semoga akan ada tulisan lain dengan asal-usul tempat yang lainnya, karena memang Desa Banjaran adalah salah satu Desa yang unik dengan beragam riwayatnya.

Comments are closed.