Breaking News

MUSYAWARAH DESA

Banjaran 19 September 2019

Dalam Rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Tahun 2020 – 2025,

Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).

Musyawarah Desa (MUSDES) yang di laksanakan di Desa Banjaran pada tanggal 19 September 2019,di hadiri oleh Tim dari Kecamatan yaitu Camat Salem Bpk Drs NUR ARI HARIS YUSWANTO,M.Si. beseserta Tim

Musyawarah Desa ini adalah suatu proses pengambilan Keputusan dalam rangka Penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2020, dan Penyusunan RPJMDes Tahun 2020 – 2025, karena sudah seyogyanya masyarakat tau, mengerti dan paham, Bahwa cara pandang Desa di masa lalu berbeda dengan cara padang masa kini, Desa masa lalu hanya diposisikan sebagai objek kebijakan dan pelaksanaan pembangunan. Dalam era baru, UU Desa memposisikan Desa sebagai subjek pembangunan, Desa memiliki kewenangan dan kesempatan yang luas dalam mengurus diri sendiri sesuai kebutuhannya.

Sesuai amanat UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, bahwa Desa diberikan kewenangan untuk mengurus tata pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan secara mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Desa.

Disamping itu, pemerintah Desa secara mandiri diharapkan mampu mengelola pemerintahan dan berbagai sumber daya yang dimilikinya, termasuk pengelolaan keuangan dan kekayaan milik Desa.

Dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan, pemerintah Desa harus melibatkan masyarakat Desa dalam pengambilan keputusan dan kebijakan-kebijakan strategis yang terkait pembangunan Desa melalui forum musyawarah Desa yang difasilitasi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Perlibatan semua unsur-unsur yang ada di Desa Banjaran menjadi poin penting. Karena dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan akan dapat menghasilkan program kerja dan kegiatan yang mengakomodasi kepentingan dan kebutuhan masyarakat desa secara inklusif serta sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh Desa.

Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan kasus kalau pemerintah desa tidak mengikutkan masyarakat Desa dalam merencanakan pembangunan dan penganggaran di desanya. Mindset atau cara kerja pemerintah desa yang seperti ini selain merusak semangat musyawarah Desa, juga bertentang dengan tujuan pembangunan desa.

Tujuan Pembangunan Desa

Tujuan pembangunan desa adalah meningkatkan kesejahteraan hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui penyediaan pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana Desa, pengembangan potensi ekonomi lokal dan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. 

Pembangunan Desa dilaksanakan dengan mengedepankan semangat kebersamaam, kekeluargaan, dan kegotongroyongan guna mewujudkan pengarusutamaan perdamaian serta keadilan sosial. 

Dengan harapan adanya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat Desa dalam pembangunan merupakan wujud pengarusutamaan perdamaian dan keadilan sosial. Dengan adanya keterlibatan masyarakat merupakan salah satu kunci keberasilan pembangunan desa. Keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan diwujudkan dalam bentuk penggunaan hak menyampaikan pendapatan dalam rangka pengambilan keputusan serta akses dan kontrol terhadap sumber daya. 

Oleh karena itu, dalam merencanakan pembangunan, pemerintahan Desa Banjaran melibatkan masyarakat Desa.